PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNESA DI PONDOK PESANTREN AL FUR’QON DRIYOREJO GRESIK

Post on 29 October 2019

SMK di Pondok Pesantren Al Furqon mempunyai guru menggambar dengan mata pendidikan dan latihan menggambar secara manual dan menggambar menggunakan komputer. Menggambar menggunakan komputer dibagi menjadi menggambar 2D (dua dimensi) dan menggambar 3D (tiga dimensi). Menggambar 3D merupakan produk akhir dalam penampilan sebuah gambar desain, dari gambar ini akan menunjukkan realistis sebuah obyek sekaligus menunjukkan wujud dari sebuah bangunan nantinya. Permasalahan dalam menggambar menggunakan aplikasi AutoCad adalah mahalnya software yang asli dan harganya sulit dijangkau oleh sekolah/guru apalagi oleh siswa ditunjang dengan tidak semua pondok pesantren memiliki laboratorium komputer yang memiliki Aplikasi Autocad. Demikian juga mempelajari aplikasi Autocad secara autodidak juga tidak mudah dilakukan.

 


Mulai tahun 2012, Polri meluncurkan kampanye sosialisasi dan edukasi penghargaan dan pelanggaran hak cipta software komputer, yang didukung oleh Masyarakat Indonesia Anti Pembajakan (MIAP), dan melibatkan produsen komputer dan pengelola mall. Kampanye ini bertujuan melindungi konsumen komputer dan pelaku bisnis agar terhindar dari kerugian karena telah menggunakan software bajakan.

Melalui tim Pengabdian kepada masyarakat dengan cara kemitraan dilakukan pelatihan menggambar menggunakan Aplikasi Autocad. Adapun peserta pelatihan sebanyak 20 guru-guru dilingkungan Ponpes. Al Furqon Driyorejo Gresik yang meliputi guru SD, SMP, SMA dan SMK pelatihan dilaksanakan selama 2 hari dengan memberikan materi menggambar dan mengedit gambar, sementara penugasan dilakukan sehari dan dilanjutkan dengan cara asistensi menggunakan pendidikan jarak jauh (distance learning). Pelatihan peningkatan kompetensi menggambar ini merupakan kompetensi dasar, yaitu menggambar 2 dimensi. Untuk kompetensi lanjutan adalah menggambar 3 dimensi.

 

 LPPM Universitas Negeri Surabaya